Senin, Desember 22, 2008

Lele & HP Cross CG 36

25 Desember, selain sebagai momen menyambut tahun baru, juga ultah ke
4 putri Pak Bos, kantor mengadakan lomba mancing lele antar karyawan.
Hadiahnya lumayan juga. Juara lele terberat, berhak mendapat HP Cross
CG36 dual mode [GSM & CDMA on]. Juara ke 2 dan ke 3 mendapat hadiah
uang tunai.
Sabtu, 20 Desember, si HP sudah terbeli dan harus melalui uji proper &
fit. Utak-atik ber3, yang lumayan bikin katrok adalah pilihan saat
melakukan panggilan ke no CDMA dan GSM. Browsing di internet, infonya
sangat minim [secara ini produk china dan blas nggak ada situs
resminya :(]. Yang ada, pencet sana/sini, baca atas-bawah buku
panduan. Dan yes, yang pintar tetap Bu Nanik, CS3. Iya itu, aku!
Secara ternyata tombol panggilan tertulis huruf C dan G, aku ada
pikiran, apa panggilan ditentukan oleh ke2 tombol tersebut? Dan ya!
Pikiran saya itu benar sodara2. Saat memanggil no CDMA, tekanlah
keypad pojok kiri atas yang bertuliskan C. Begitu juga untuk ke no
GSM. Tinggal tekan tombol pojok kiri atas ke2 bertuliskan G, akan
tersambung ke no GSM manapun. Dan ini hanya berlaku saat melakukan
panggilan. Untuk menerima panggilan, tidak masalah. Tekan tombol
bertuliskan C atau G, tetap bisa menerima panggilan. Sebenarnya,
katroknya memang beralasan. Secara semua tombol berwarna biru dan
tidak membedakan mana tombol dial, mana yang off. Tombol off masih
disebelah kanan atas dan hanya ditandai dengan ikon off, standar
seperti HP manapun.
OK, berikutnya, tes fitur-fitur lainnya.
Ada kamera. Lumayan. Standar banget. Yang agak istimewa, saat melihat
gambar yang terekam, dilayar sudah tampil menu edit. Tambah-kurang
kontrasnya dan rotasi. Shortcutnya dikeypad angka 1-3. Tidak harus
masuk ke option pilihan seperti HP kamera standar lainnya.
Radio. Bagus juga. Ada sedikit efek bass yang 'brasaaa' di telinga.
Untuk radio, selain shortcut dengan menekan tombol bagian bawah dari
tombol menu ditengah, juga keypad 2 dan 8 untuk volume.
Video. Idem kamera. Standarlah. Shortcutnya belum tahu.
MP3 dan MP4, belum tahu. Secara belum boleh masukin data-datanya.
Tampilan? Lumayan juga. Hitam dan screen bisa buat ngaca. Kalau buat
aku, yang bikin nggak kuku justru kemasan paketnya. Ungu J. Trus, box
bawahnya hitam dan kardusnya juga cukup kuat. Kalo
dibanding-bandingkan ma HPnya, bagus kotaknya. He he he..
Yang bikin deg-degan, siapakah yang beruntung mendapatkan si HP.
Semoga masih aku juga yaa...Amin
Sekarang, sedikit biografi dari si lele.
Kolam lelenya tidak dimana-mana. Tapi, dihalaman belakang mess kantor.
Tepatnya bukan kolam. Tapi, terpal tebal sekian meter yang dibuatkan
lubang sedalam 1/2 meteran ditanah dan disangga bambu sehingga
menyerupai bak besar penampung air. Lubang ditanah ditutupi terpal
tersebut dan dibentuk seperti kolam segi empat. Sepanjang
eksistensinya, tercatat 3x-an peristiwa tsunami. Karena, lubang
pembuangan air mampet dan bambu yang nyangga agak basah, air hujan
yang berlebih akhirnya membentuk tsunami. Terakhir, hujan di rabu 18
Desember lalu, yang dilanda tsunami adalah dinding kolam bagian barat.
Ditemukan 2 lele dewasa yang berhasil nebeng kabur dan 1 lele abg.
Ketiga oknum pelarian berhasil diamankan serta dikembalikan ke kolam.
Agar fair, umpan, kail dan joran [walesan] semua dari bos. Khusus
joran, tidak pakai reel. Cukup joran bambu dan senar 6-10 lb 1
meter-an. Tidak boleh pakai pelampung. Duh, ini sih yang juara
benar-benar yang beruntung. Secara semua alat pancing seragam. Yang
membedakan, hanya pemancingnya dan nasib si pemancing. Semoga aku
masih cukup beruntung. Setidaknya tetap di 3 besar-lah.
Amin, yaa robbul alamin.

Jumat, Desember 19, 2008

Partai Perempuan, Antara Mimpi & Realita

Kado untuk Hari Ibu ke 100, 22 Desember 2008


Seabad setelah Konggres Perempuan Indonesia I , Perempuan semakin boleh berpolitik. Dan prosentase keterlibatan sudah di'resmi'kan di angka 30% [termuat di UU No 10 Th 2008]. Nyatanya, dilapangan angkanya masih kurang dari 30%. Apapun dan bagaimanapun kondisi yang membuat quota tersebut idak tercapai, para perempuan Indonesia memang masih harus menunggu. Menunggu untuk bisa benar-benar terlibat dalam politik Indonesia.
Saya masih harus bermimpi. Bahwa jika saja ada Partai Perempuan, tak perlu harus memenuhi kuota 30%.Prosentase ke'perempuan'annya pasti bisa 100%! Masalahnya, hingga akhir tahun ini dan menjelang Pemilu ke 10 di 2009 nanti, belum juga ada perempuan yang berani mendeklarasikan satu Partai Perempuan.


Perempuan juga dianggap terdepolitisasi hak berpolitiknya. Hal ini tersirat di buku Siti Musdah Mulia, 'Menuju Kemandirian Politik Perempuan [upaya mengakhiri depolitisasi perempuan di Indonesia]'. Bahwa, sejak diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, perempuan belum menempati jabatan publik secara proporsional [hal 193-Sindo 21/9]. Dan jika keproporsionalan ini di'masuk'kan di angka 30%, memanglah belum tercapai. Dasarnya dimulai pada keterlibatan di parpol, serta diajukannya mereka [perempuan] sebagai caleg. Maksimal, tentunya jabatan mereka di sektor-sektor publik. Menteri kabinet, pejabat Eselon I dan seterusnya, atau di lembaga-lembaga legislatif/yudikatif.


Tahun ini, se abad peringatan Hari Ibu, kita patut memberikan penghargaan kepada Pak SBY dan Pak JK. Dalam Kabinet Indonesia Bersatu-nya, mereka mempercayakan 4 perempuan Indonesia memegang beberapa jabatan strategis. Sungguh suatu kado yang indah untuk para perempuan Indonesia.


Pemilu 2009 tinggal beberapa bulan lagi. Masa yang terlalu singkat untuk bisa berharap munculnya satu Partai Perempuan. Tidak menutup kemungkinan, di beberapa tahun mendatang, akan ada tokoh perempuan Indonesia yang tangguh, ulet serta mumpuni, berani 'bertindak'. Memimpin, membawa dan melahirkan satu Partai Perempuan Indonesia.

Saya tidak dalam kapasitas mengajukan siapa tokoh yang pantas untuk itu. Hanya ingin menitip harapan yang banyak. Bahwa, sebagai salah seorang perempuan Indonesia, tidak lagi harus golput di setiap pemilu. Bahwa, jika nanti memang ada satu Partai Perempuan, --betapapun tidak idealnya partai tersebut dus para perempuan yang diajukan sebagai calegnya, saya akan pasti memberikan suara saya. Dan saya tidak lagi bermimpi.





Kamis, Desember 11, 2008

Acknowledgement of Low Tension

Terasa banget, bahwa memang disetiap ujian, terselip hikmah maha besar
untuk yang mau bersabar dan mengerti.
2 minggu terakhir badanku kembali terasa sangat drop. Padahal sudah
tidur 8 jam sehari, tapi, 8 jam dikantor malah habis dengan acara
uap-menguap. Sekali dua coba minum kopi, persis di jam-jam mengantuk.
Sekitar 10-an pagi. Kopi hitam panas secangkir yang habis dalam 6
teguk. 10 menit kemringet, eh, tetap juga menguap sampai jam 5 sore.
Kondisi final terasa di Rabu pagi. Secara sudah minum 1 tablet neozep
forte ditidur semalam, harapanku seharian Rabu ini bisa fit. Apalagi 2
rekanku sedang berhalangan. CS1 sedang ke Jakarta dan CS2 masih harus
temani istrinya yang melahirkan. Kalau semua CS nggak masuk, kasihan
member. Kalau ada yang mau ditanyakan, harus antri ke no HP bos. Eh,
la, 1 2 jam setelah 8 pagi, koq pusingnya menggila. Selain
nggliyengan, kepalaku dibagian dahi sangat-amat pusing. Monitor 17" LG
Flatron tampak sangat menyiksa mata. Badanku juga semakin anyep.
Sutra-lah, pas bos mulai ajeg dikursinya 5 menitan, aku beranikan diri
meminta ijin ke puskesmas. Biang kerok pusing ini harus ditemukan!
Harus!
Sampai dipuskesmas, ajegile, dapet no antri 94! Oke, tidak masalah.
Harus sabar. Rogoh-rogoh tas, buka dompet, buka kotak tisu, segala
macam, haduh, itu kartu kunjungan kemana yak..5 menitan tanpa hasil,
akhirnya kembali ke loket. Lupa lagi cara registrasi. Ternyata, selain
harus ambil itu no antrian, juga langsung isi selembar kertas. Yang
diisikan, keluhan penyakitnya dan siapa yang sakit. Syukurnya, meski
pusing na'udzubillah, aku masih ingat nama lengkapku dan nama suami.
Jadi, meski tidak bawa kartu kunjungan, masih diterima untuk berobat
disitu.
Nunggu beberapa menit, bareng ma kakek-kakek, nenek-nenek, mbak-mbak
dan beberapa anak-anak yang sedang ikutin 'tren' batuk, akhirnya aku
dipanggil juga. Di menit ke 45! Sejak datang dan di'restui' petugas
loket. Secara setiap dipanggil, ternyata sistemnya rapelan. Langsung 4
orang sekaligus [mungkin saking banyaknya pasien yak]. E, masih lama
juga, baru dapet jatah diperiksa.
Nggak mau ribet, aku tu de poin saja.
"Saya pusing berat Bu. Tensi saya pasti drop. Kesini hanya memastikan
dan minta obat pusingnya saja"
"Baik, saya ukur dulu"
"Ah ia, kebetulan saya juga sedang M. Dan sedang tidak berKB"
90/60. Gosh! Tuduhanku telak terbukti.
"Wah, ini si biasa Bu. Saya juga 'pengikut' tensi rendah. Apalagi pas
M. Itu efek hormonal biasa," hibur petugas yang 'meriksa' aku. "Saya
resepkan obat pusing dan beberapa vitamin ya.."
"Vitaminnya jangan Bu. Selera makan saya masih bagus koq [mau bilang
nggragas koq yo ngisin-ngisini yak]"
Sayang, kalimat pencegahku telat. Sambil ngomong, si ibu juga sudah
nulis resepnya. Sutralah. 5 menit disitu, langsung ngacir ke loket
obat. Antri lagi 20 menit-an. Oke, 5 asupan Asam Mefenamat @500mg, 2
tablet warna putih dan merah [nggak tahu vitamin apa-an] @ untuk 3
hari asupan--tidak aku minum, kan masih nggragas. Nyampe kantor jam
11-an, setelah makan potongan besar roti coklat, tablet pertama Asam
Mef aku minum. Alhamdulillah, 15 menitan, kepala terasa agak ringan.
Meski masih nggliyeng, setidaknya sudah tidak sakit lagi.
Eh ya. Ke Puskesmas, sekarang benar-benar gratis-tis-TIS! Bayarnya
cuma buat parkir motor toktil. Ma roti 5 ribu perak.. :D
Maksudnya, aku beli rotinya di Puskesmas saja. Ben cepet. Padahal,
Sarinah ma Indomaret jejer-jejer lo di Banyumanik. Secara sedang
pusing berat, nggak kepikiran buat mampir disitu.
Dan untuk lebih memastikan, browse sana-sini, apa itu Asam Mefenamat.
Apa itu low tension. Dan tarrraaaaaaa..Ive got some answers. Why is it
always trouble for me to be wingking [kebelakang maksudnya]. Masih
sangat bagus selera makanku tetap normal. Untuk beberapa kasus, kadang
penderita low tension sampai pingsan, mual dan muntah-muntah. Hmm, aku
sih, dulu sempat jatuh. Tapi, tidak pingsan. Hanya harus terbaring
saja.
Dan untuk kedepannya, sangat bagus untuk rutin minum susu dipagi hari.
Plus olahraga. Tidak harus olahraga ini/itu. Jalan kaki 30 menitan
setiap pagi dan rutin, sudah cukup bagus untuk membantu kestabilan
tekanan darah kita. Untuk susu, ini yang agak repot. Masa harus
nggeser jatah susu Salwa? Mau susu sapi segar, adanya diantarkan pas
maghrib. Kalau harus dihangatkan agar bisa minum pagi hari, keknya
sudah tidak segar dan enak lagi. Kemudian, hindari bergadang tak
penting. Tidak boleh terlalu capek [mencuci baju setiap 2 minggu
sekali dan makan di warteg saja--biar tidak cuci piring :D]
Yang tidak bisa dihindari, perubahan hormonal rutin setiap menstruasi.
Jadi, langkah pencegahanlah yang lebih diusahakan.
Dan alhamdulillah. Kamis pagi, ampas-ampas tidak penting yang
di'tabung' tubuhku selama hampir seminggu akhirnya bisa dikeluarkan.
Kepala sudah tidak sakit lagi, meski mata dan syaraf masih terasa
nggliyeng. Doaku, semoga setelah bersih nanti, tensi kembali normal
dan bisa ikutan acara donor darah Loenpia. Amin

Rabu, Desember 03, 2008

Happy B-Day Ayah Rinto

Kata Bunda, ulang tahun Ayah itu setiap tanggal 4 Desember. Nah, tahun ini, yang ke 29. Kalau dibandingkan ma umurku yang baru 4 tahun, berarti Ayah lebih tua 25 tahun dari aku.
Kata Bunda, meski aku tidak bisa kasi kado apapun, aku harus ucapkan selamat buat Ayah. Juga bilang terima kasih, karena telah jadi Ayah yang baik buat aku.
Kata Bunda, Ayah masih sering pergi mancing. Aku nggak bisa ikut karena aku sudah sekolah. Sudah di TK B.
Aku sangat ingin segera berkumpul bareng Ayah dan Bunda. Bisa setiap malam ketemu Ayah sebelum tidur dan pagi-pagi, bisa sarapan bareng sama Ayah sebelum berangkat sekolah.
Kata Bunda, Ayah sering kangen sama aku. Dan sebenarnya juga pengen segera kumpul bareng aku. Tapi, belum bisa sekarang.
Bunda, kalo aku lupa telpon, tolong bilang ma Ayah, Selamat Ulang Tahun Ayah. Tetap jadi Ayah yang baik buat aku dan bunda yaaa..."
Bilang gitu ya Bunda..