.comment-link {margin-left:.6em;}
Airku, Hidupku
Senin, Desember 05, 2011
posted by BunSal at 2:11 PM | Permalink | 0 comments Ngelink Tulisan Ini
Tukang Sumpah di Jalanan
Selasa, November 29, 2011

Photobucket


Hei!!
Matanya!!
Meleng Dong!!

Diatas baru tiga kata kasar dengan nada tinggi dan gertakan. Biasanya, disempurnakan dengan pelototan mata, acungan jari tengah, telunjuk yang menuding.

Dimana?

Dijalanan pastinya. Bisa dijalan raya, jalan kompleks perumahan atau jalan-jalan dikawasan perkampungan penduduk.

Siapa yang menggertak? Menyumpah? Menyumpahi siapa?

Yang sering saya alami, para pengendara motor. Umumnya pengendara yang cukup dewasa kepada pengendara anak-anak. Sebentar, pengendara anak-anak? Bagaimana bisa?

Saya tanyakan balik...
Pertama, seorang manusia(perempuan atau lelaki) dengan bawahan biru dan atasan putih (lengkap dengan OSIS kuning dan badge sekolahnya) mengendarai motor. Bisakah kita mengkategorikan mereka dewasa? Padahal, batasan siswa SMP, antara 11-16 tahun maksimal. Jangankan SIM, KTP pun mereka belum punya.
Kedua, seorang manusia(perempuan atau lelaki) dengan bawahan merah dan atasan putih (lengkap dengan OSIS coklat dan badge sekolahnya) mengendarai motor. Masih perlu saya jelaskan seperti uraian pertama diatas?....:(

Berikut list umum polah/cara berkendara para pengendara anak-anak ini:
1. Berkendara sambil menoleh kekiri dan kekanan...Hallllooooooo, dikata naik sepeda? Naik sepeda --mungkin-- masih sempat toleh kiri/kanan. Padahal ya jalanan umumnya diapit perumahan, perkebunan, pepohonan. Apa juga yang mau ditoleh?
2. Smsan. Meski saat ini, polah smsan ini tidak terbatas pada pengendara anak-anak, tapi jika yang melakukan adalah anak-anak, siap-siap saja kita menjadi salah satu tukang sumpah dijalanan. Meleng oi!! Smsan itu disofa...Enak! Bisa sambil tiduran dan nonton tipi...
3. Ngobrol dengan teman lainnya dimotor berbeda, sambil berkendara berjejeran dijalan. Masyaallah ya...Dikata jalanan itu deretan kursi tamu? Bisa buat ngobrol jejer-jejer dengan banyak teman? Saya pribadi paling benci polah yang ini dan --daripada jadi tukang sumpah-- membunyikan bel motor sekeras dan selama mungkin.

Kalau listnya mau ditambahkan, masih bisa lengkap sampai ke10 jari tangan dan kaki digunakan untuk menghitung. Tetapi, point saya bukan dilist polah berkendaranya.

Jadi, wahai para orangtua, saya sangat salut Anda sanggup/mampu berikan varian motor terbaru untuk putra/putri Anda. Tapi, tolonglah, ijinkan mereka berkendara diatas usia 17th (jadi, minimal sudah memiliki KTP). Biasakan mereka berkendara dengan baik. Bekali mereka dengan seperangkat alat keamanan berkendara dan ingatkan jika mereka lupa/enggan memakainya. Tidak bosan ingatkan mereka, untuk selalu sopan berkendara, bahkan dijalan depan rumah Anda sendiri.

Saya? Saya berjanji akan semaksimal mungkin lakukan 4 ikhtiar diatas untuk putri saya yang berumur 7th dan putra saya yang berumur 15 bulan.

Jika bukan kita yang menyayangi anak-anak kita sendiri, mau siapa lagi?
Selengkapnya...
posted by BunSal at 3:23 PM | Permalink | 0 comments Ngelink Tulisan Ini
Sehari Diterangi Obor SeaGames 2011
Sabtu, Oktober 22, 2011
Selasa, 25 Oktober 2011. Hari kerja yang biasa. Rutin. Cenderung sibuk, karena meneruskan tumpukan pekerjaan di Senin sebelumnya. Tapi, hari ini berbeda. Hari ini semakin terang, berkat kesempatan menyaksikan langsung seremoni kirab obor SeaGames 2011 yang sedang berada di Semarang. Setelah sebelumnya diarak dari kota Jogja dan Magelang, hari ini obor akan berada diSemarang.




Photobucket



Rombongan pembawa obor akhirnya masuk pusat kota --acara dipusatkan di Balaikota Semarang, jl Pemuda-- sekitar pukul 4 sore. Iring-iringan diikuti oleh komunitas moge, sepeda onthel, juga beberapa mobil hias. Tentu saja, lengkap dengan 2 maskot Seagames 2011, 2 komodo dalam kostum merah dan biru.





Photobucket



Photobucket
Tidak selesai menghibur warga semarang dengan arak-arakan obor, seremoni di panggung megah yang diletakkan ditengah halaman depan balaikota semarak dengan banyak pertunjukan. Beberapa artis ibukota ikut meramaikan, baik dengan lagu2 hits mereka, dan pastinya lagu tema SeaGames 2011 --Ayo Indonesia Bisa--. Seniman lokal juga tidak kalah menarik. Pertunjukan wushu, capoeira dan pastinya komunitas sepeda onthel yang klasik, berpadu menarik dengan tata panggung.


Photobucket

Jauh sebelum seremonial relay obor berlangsung, panitia dengan support utama indosat membuat satu link pendukung. Yang seru, para twip bisa berpartisipasi secara online memberikan dukungannya. Caranya mudah, cukup sertakan hashtag #AyoIndonesiaBisa serta mention ID @indosatmania disetiap TL, nyala obor seperti foto diatas membesar. Yang menyenangkan, kita bisa RT sebanyak yang kita suka. Senangnya..












Selengkapnya...
posted by BunSal at 2:32 PM | Permalink | 5 comments Ngelink Tulisan Ini