Rabu, Mei 22, 2013

Bisnis Emak-Emak

Anda emak-emak pekerja? Masih enggan berbisnis online? MLM phobia? Online shopping phobia? Saatnya menyembuhkan phobia Anda. Bagaimana? Simak sharing di tulisan ini yuk..^_^
Selain memenuhi tujuan utama sebagai peserta Lomba Give Away Mak Uniek  , juga sedikit sharing bahwa memang phobia-phobia semacam di pembuka tulisan ini sudah saatnya untuk bisa disembuhkan.
Pertama, meski bersistem MLM, jika ingin sedikit belajar dan memahami sistemnya, banyak bisnis MLM yang memang bisa dijalankan serta sukses.
Kedua, bisnis online shop. Bisa dijalankan tanpa modal, remote dari manapun, bahkan dari smartphone Anda yang tidak harus mahal.
Masih ndak percaya? Mbacanya diteruskan sampai kata terakhir di tulisan ini yaaa..^_^

BISNIS MLM
Aku pribadi saat ini sudah memiliki 3 kartu anggota dari 3 'sosok' bisnis MLM yang cukup 'terkenal' di kalangan emak-emak. Baik emak-emak pekerja seperti aku, juga emak-emak rumahan seperti Anda, mungkin..^_^
Emak mana yang tak pernah dengar istilah 'tuppy_lover'?
Bisnis MLM dengan produk utama bahan-bahan rumah tangga umumnya. Bisa diwariskan ke anak cucu. Entah produknya, pun bisnisnya.
Kemudian, buat emak-emak penggemar tontonan kontes olah suara, tentu sudah jamak melihat iklan satu produk/brand 'obat-obat' cantik di satu kontes olah suara yang saat ini sedang masuk Grand Final Gala Show. Kebetulan, 2 grand finalisnya 2 penyanyi cewek cantik dengan karakter suara khas masing-masing.
Terakhir, salah satu ikon iklannya malah emak Demi Moore...Well, aku tidak perlu sebutkan namanya kan ya? Pasti sudah pada tahu brand ini..*_^
Bisnis MLM terakhir, bahkan sudah aku kenal namanya hampir 20th lalu. Amway. Aku pribadi, sangat terkesan dengan beberapa produk hariannya. Paket sabun serta cairan penghilang nodanya. Kemudian cairan penjaga keawetan bahan-bahan kulit, dus cairan pencuci segala produknya. Meski terkesan, aku jangan ditanya nama produknya yak, ndak hapal J..:D Kalau mau pesan, tenang, kan sudah ada situsnya. Tinggal browse, pesan, bayar, antar dah..(terima COD seputar kota Semarang. Eh, lho, jadi jualan :D)

ONLINE SHOP
Diluar bisnis-bisnis MLM dengan sistem penjualan yang hanya tinggal dijalankan saja, ada juga kesempatan menjalankan sendiri bisnis pribadi. Sepakat dengan Mak Uniek, bisnis ini memang sangat menjanjikan serta cukup menguntungkan.
Aku pribadi punya contoh sederhana.
Coba tengok situs online shop kantorku dulu deh. Disini ya
Bosku sangat support kami sebagai karyawan, dengan membuka kesempatan sebagai reseller. Kesempatan sangat bagus kan? Sudahlah jadi karyawan, masih juga diberikan profit dari menjual ulang produk-produk yang sama milik kantor..^_^ Ncen bos baik dah...*teplok2tangan*
Biar tidak pusing jelaskan produk situs kantorku tersebut yang sangat amat banyak, aku buka toko online pribadi. Mbayar ndak ni? Ndak lah! GRATIS! Dan banyak! Maksudku, banyak sekali toko online gratisan yang meminjamkan lapaknya tanpa kita lelah-lelah buat skedul pengingat membayar domain dan hosting! Meski tentu saja harus sediakan waktu untuk tetap promosikan toko online kita tersebut.
Sebelum lupa nebeng toko sendiri, silakan segera berkunjung ke Toko Onlineku yaaaaa..^_^

Well, aku cukupkan sharing dengan 2 opsi diatas dulu.
Menurutku, cukup dengan jalankan 2 opsi diatas saja pun, kita sudah punya 4 sumber penghasilan lho.
Tentu saja dengan menjalankan manajemen bisnis maksimal. Kenapa? Karena, dengan 4 bekal bisnis diatas, aku pribadi belum mendapatkan hasil maksimal..:D
Masih sebatas sharing di tulisan sederhana seperti ini dulu saja...*melu2ngeleskekMakUniek* :D

Ada yang berminat dengan 4 bisnisku diatas? Komen di post ini atau colek aku di Toko Onlineku yaaaa..^_^
Tulisan ini disertakan pada Give Away : Perempuan dan Bisnis





Sabtu, Februari 02, 2013

Nulis Apa Lagi Ya?

Seringkali, meskipun sudah melakukan dan memasang trigger menulis sebanyak yang kita mau, juga bisa, kejumudan ide bisa tetap terjadi.
Padahal, dalam keseharian saja begitu banyak kejadian dan proses yang kita lewati.
Banyak juga sosok-sosok baru yang kita temui, walau mungkin sejatinya kita melakukan sesuatu yang sama setiap harinya. Misalkan saja, perjalanan ke kantor.
Rutinitas harian yang berlangsung di kisaran waktu yang sama dan --untuk aku pribadi-- dilakukan melewati jalan yang itu-itu saja. Shift pagi, contohnya. Aku keluar dari rumah sekitar pukul 8 pagi. Bisa kurang 15 menit, seringkali pas, atau lewat 15-30 menit. Melalui sepanjang Jl Tusam Raya, kemudian berbelok di Jalan Durian, serta sampai di kawasan ruko segitiga-emas pertigaan Sos-Tembalang.
Mungkin memang tidak ada waktu berinteraksi dengan orang lain mengingat setiap perjalanan memang diatas motor dan tentu saja tidak mungkin mengobrol, pun bertegur sapa ketika mengendarai begini.
Namun, sekali waktu, ada rezeki bertemu tetangga lama. Dus, jadi bertukar senyum dan sapa sekilas. Kadang-kadang, jika jalanan sedang sepi, bisa bertukar beberapa kalimat dengan mengendarai motor berdampingan. Well, ini contoh buruk ya. Sebaiknya tidak diikuti..:D
Karena aku pun paling tidak suka ketika mengendarai motor kemudian terpaksa melambat serta mengekori sepasang motor yang pengendaranya mengobrol di jalan. Kadang tak segan-segan --aku yang sangat amat jarang memfungsikan klakson motor-- aku klakson senyaring dan sekuat mungkin. Agar mereka menghentikan obrolan dan fokus mengendarai motor.

Baiklah, diatas sekelumit gambaran ide tulisan dari satu rutinitas harian kita.

Contoh lainnya, rutinitas seorang ibu rumah tangga.
Sejak bangun tidur, garis besar pekerjaan seorang ibu selalu sama setiap harinya. Yang berbeda mungkin hanyalah urutan proses serta hasil..:D
Biasanya dimulai dengan menyiapkan bahan santapan pagi, atau kadang sekaligus untuk menu dalam 1 hari --biasanya langkah praktis para ibu pekerja yang tidak memiliki Asisten rumahtangga--. Kemudian membereskan rumah. Bisa dengan menyapu saja. Atau menyapu plus mengepel serta bonus lap-lap perabot. Dan sesaat setelah seluruh keluarga selesai sarapan, mulai mengurus cucian pakaian kotor dengan segala kompleksitasnya. Mengapa kompleks? Pakaian kotor putih polos, harus dicuci terpisah untuk memastikan kualitas warna pakaian tetap terjaga. Demikian juga dengan pakaian kotor balita. Aku pribadi selalu mencucinya terpisah. Jadi, pakaian putraku yang 2.5th aku dahulukan baru kemudian pakaian kakak perempuanya yang kelas 3SD, dus terakhir pakaian para orang dewasa di rumah.

Well, baru sampai di proses pekerjaan selepas sarapan, aku yang hanya menuliskan saja sudah brasa lelah..:D
Bagaimana menuliskan lengkap semua proses pekerjaan ibu selama sehari penuh ya? 1 minggu? 1 Bulan? Atau yang telah menjadi Ibu di 15 th terakhir? *mulai lebay*

Jadi, ada jomblowan/jomblowati yang ingin segera menikah? Pertimabangkan energi kalian yaaaa....
Menikah itu melelahkan.....:P

Jumat, Februari 01, 2013

Bank Yang Sombong :(

Tadinya aku bangga menjadi salah satu dari ribuan nasabahnya.
Tadinya aku bangga, bisa mengikuti banyak acara-acara offlinenya yang menyenangkan dan banyak hadiah.
Tadinya aku tidak percaya, banyak yang bilang bank ini 'sombong'.
Sombong karena nasabahnya yang banyak dan loyal.
Sombong karena prestigenya di banyak hal.
Dan kesombongan yang akhirnya aku rasakan sendiri di awal 2013 ini.
Tadinya sangat senang, karena fitur ibangkingnya cepat dan terjamin dana sampai dengan selamat.
Masalahku muncul, sejak fitur input data rekening bank lain meminta untuk menghubungi dulu Halo BCA sesuai screenshot diatas.

Masalah Bagaimana?
Tadinya, karena sudah terbiasa dimudahkan oleh semua layanan offline dan online bank ini, aku masih senang-senang saja ketika pesan tersebut muncul. Halah, nelpon Halo BCA doang ini, pasti gampang dan mudah.

Faktanya?
Cukup 3x saja aku tertipu.
Pertama: Dengan riang dan senang hati aku menghubungi Halo BCA di (021) 500888. Dan panduan untuk menekan no-no tertentu sesuai permasalahan nasabah juga jelas terdengar. Karena tidak yakin dengan pilihan angka khusus untuk layanan ibangking, aku pikir paling aman untuk tekan 0, angka jamak untuk hubungkan kita dengan operator. Yang kemudian membantu menghubungkan dengan layanan terkait. Nyatanya? 'Maaf ibu, karena saya dari bagian kartu kredit, saya sambungkan ke bagian layanan perbankan ya. Mohon ditunggu...' Dan, tuuuuuuttttttttttttt, panjang.
Baik, karena masih berpikiran positif, aku pikir memang aku yang salah menekan angka.
Kedua: Aku ulangi langsung menghubungi kembali no Halo BCA yang sama. Kali ini, lebih hati-hati dan langsung menekan angka 0 agar kembali tersambung ke operator. Dan WTF? Masih pula diangkat support bagian kartu kredit. Kali ini aku sudah cukup emosi. Jadi, aku bersitegang kata dengan mbak operatornya karena sudah sangat yakin menekan bagian operator. BUKAN SUPPORT KARTU KREDIT!!! Dan lagi-lagi tut panjang ketika si mbak operator berjanji menyambungkan aku ke operator.
Baik.
Mari lupakan sejenak. Tidak baik mengumbar emosi terus-terusan :D (sekalimat pencitraan, boleh yaaaa :D )
Ketiga: Malam ini, pas sedang blank-blanknya dengan ide tulisan dan ada satu cicilan yang aku pikir, --pasti lebih praktis jika data rekeningnya aku masukkan ke list ibangkingku--, jadi lah terpaksa menelpon ulang Halo BCA. Hanya saja, kali aku sangat amat pesimis. Sedikit keberuntungan, mas-mas support --yang lagi-lagi SUPPORT KARTU KREDIT!!!-- memang benar-benar menyambungkan ke bagian operator. Yang tentu saja, ber ending sama. Diminta menunggu sampai jamuran, karena memang tidak tersambung meskipun aku menunggu dan menekan angka 1 (fitur untuk mau menunggu tersambung) sampai lebih dari 5x.

Keempat: mensyen akun twitter @haloBCA pun tidak ditanggapi. Well, baru sekali saja si..:D Sepertinya aku mensyen ulang sekarang boleh juga. Karena sudah juga mengirimkan email 'Mohon Bantuan Input Data Rek Bank Lokal di Ibangking Saya' ke email support mereka di halobca@bca.co.id .

Jadi teringat satu kalimat penutup, satu saran dari salah satu dosen senior yang waktu itu sedang menjabat Pembantu Dekan 3 kampusku --Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram--, besar harapan saya surat (email, tuitan, telpon) permohonan saya ini memperoleh respon terbaik.

Alhamdulillah, lega deh mengeluarkan curhatan ini.
Minim, kecewaku tidak menjadi bibit kanker hati. Inshaallah, amin...^_^




Blog Bagi Dunia Pendidikan: Kemudahan Masa Kini Bagi Anak Didik

Juga putriku.
Masih kelas 3SD di satu sekolah negeri di Banyumanik-Semarang.
Sore tadi minta dibantu mengerjakan pekerjaan rumahnya tentang Sifat-Sifat Bangun Ruang.
O em ji...Aku yang 10 tahun terakhir semakin paham cara menghindari melelehnya airmata setiap mengupas/mengiris bawang merah, hanya bisa istigfar.
Sedikit bersyukur, ada sisa ingatan tentang apa itu bangun Belah Ketupat, Jajaran Genjang, bujur sangkar, dan sebagainya.
Tapi, sifat-sifatnya?
Hiks...
Beruntung, mesin pencari google.com semakin 'mumpuni'.
Cukup dengan kata kunci pencarian 'sifat-sifat bangun ruang', baik di hasil pencarian web serta gambar-gambar, link-link yang muncul sudah langsung menjawab persoalanku...^_^

Blog-blog kependidikan
Link-link  terkait materi-materi pelajaran sudah sangat banyak. Dus, sebagian besar boleh di print/ di share tanpa harus ijin ke pemilik/penulis di link-link tersebut.
Menurutku, lebih karena para penulis memang hanya menyampaikan ulang materi-materi ajar yang sebenarnya sudah ada di buku-buku ampu pelajaran para siswa.
Bedanya, materi bisa diakses online. Juga tersimpan dan mudah dicari di mesin pencari terbesar --google--, karena memang banyak yang menggunakan platform blogspot. Platform blog yang diakuisisi serta otomatis semakin mudah di gugling.

Kemudahan Masa Kini Bagi Para Siswa
Lantas, siapa yang paling dimudahkan? Para siswa tentunya. Bahkan, di kontes blog khusus para guru beberapa waktu lalu, ternyata sudah sangat banyak para guru ( pun dosen) yang meluangkan waktu membuat blog-blog pribadi informatif. Baik tentang materi-materi ajar tertentu, atau lebih luas lagi, hal-hal umum yang berkaitan dengan dunia kependidikan di Indonesia.
Jadi ingat, sekitar 15an tahun lalu, rujukan tugas kuliah sebagian besar merujuk pada link-link luar yang pastinya dalam Bahasa Inggris. Sangat amat jauh berbeda dengan 10 th terakhir. Link-link rujukan lokal dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat mudah ditemukan.


Jumat, Januari 25, 2013

Keluarga Besar Itu...

Milis. Komunitas. Kantor ?
Kembali, buatku pribadi, komunitas manapun bisa menjadi keluarga besar kita.
Khusus di tulisan ini, aku ingin berbagi tentang keluarga besarku lainnya. Keluarga besar kantor..^_^

 Foto diatas diambil saat momen hore-hore kantor di Bandungan-Semarang, 31 Desember 2013 lalu. Karena aku masih harus menyiapkan beberapa hal, Salwaa harus berangkat paling awal bersama tim perempuan kantor. Sesuatu yang mungkin, karena Salwaa sudah cukup mengenal dekat rekan-rekan kerja perempuanku. Yang manis berkacamata, Etsa. Penghuni satu gang di Gaharu Utara Dalam, Banyumanik-Semarang. Jomblowati yang setiap hari di pacok-pacok kan sama teman kantor lainnya. Sayangnya, pacokan yang masih gagal....:D
Yang narsis abis, Kristin dan putri semata wayangnya Rara, penghuni satu gang di Sumurboto sana.

Karyawan TerLama
Bergabung di Indochanger sejak 2005 lalu,  aku menjadi karyawan terlama (ndak enak kalau ngaku-ngaku tertua, kasian yang muda-muda, jadi harus siapkan upeti terus :D). Sekian kali momen-momen hore-hore kantor, banyak sosok dan karakter yang aku kenal. Baik oleh aku pribadi, juga keluarga terdekatku.
Entah rekan kerja yang sudah sama-sama berkeluarga.
Atau juga rekan-rekan cewek-cowok yang masih jomblo.
Jamaknya manusia, aku pun juga berusaha untuk selalu menjaga serta menjalin silaturahmi terbaik dengan mereka semua. Bahwa, friksi-friksi apapun yang terjadi, baik di keseharian atau pun saat sudah tak lagi dalam satu kantor, selalu mencoba untuk menyelesaikannya sebaik mungkin. Karena aku pun percaya, setiap silaturahmi baik yang terjalin, sedikit tidak untuk kebaikan aku pribadi. Kebaikan keluargaku. Dus, kebaikan setiap pribadi-pribadi yang aku kenal.
Tsah!...:D
Sebelum semakin banyak kata-kata pencitraan yang bisa menjurus ke PHP, tulisan ini sampai disini saja ya....:D
Love u guys....


 


My Fave Seasoning..

Saus Tiram.
Telat banget ya. Gara-garanya, sepulang dari momen hore-hore merayakan tahun baru 2013 bersama kantor, 31 Desember 2012 lalu di Bandungan-Semarang, salah satu oleh-oleh adalah sebotol saus tiram yang tidak habis. Seharusnya untuk pelengkap bakar-bakaran di malam tahun baru. Karena tidak habis, nunutlah sebotol saus tiram sampai rumahku.
Saus ini terbuat dari, tentu saja sesuai namanya. Ya memang dari tiram. Dan pastinya beberapa persen komposisi MSG juga..:D

Buat Menu Apa Saja?
Aku pribadi sudah memasukkan saus ini di beberapa menu berkuah dan oseng-oseng/tumisan.
Capcay kuah atau goreng. Oseng toge lombok hijau. Sup oyong dan mihun jagung. Nasi goreng kecap. Bahkan sup cemplung-cemplung andalanku, yang pasti disukai anak-anak.
Kenapa cemplung-cemplung? Karena semua bahan sup hanya tinggal dicemplungkan/dimasukkan saat kuah sup mendidih. Termasuk daun bawang, beberapa siung bawang merah. Dicemplungkan di saat bersamaan.
Di opsi menu sebanyak itu, saus tiram semacam menjadi Dewa Bumbu...:D
Kecrut-kecrut beberapa tetes sesaat sebelum dihidangkan, dan voillla, masakan menjadi yummy dan sedap untuk segala usia.
Sedikit catatan khusus, untuk yang tidak menyukai aroma khas olahan seafood, penggunaan saus ini tentu saja sebaiknya dihindari. Mengapa? Karena aroma dan rasa makanan memang umumnya seperti olahan seafood. Pastinya karena bahan utama saus yang dari tiram..^_^
Atau yang memiliki alergi terhadap tiram. Saus ini tentu saja harus dicoret dari list bumbu di dapur Anda.
Jadi, bagaimana kalau menu hari ini, kembali kecrut-kecrutkan beberapa tetes saus tiram? ^_^

Glossaries:
Kecrut-kecrut : diteteskan
Cemplung-cemplung : dimasukkan 


 


A plan: Will My Daughther Could be One of the Fashion Blogger?

Sudah pekan ke3 #ligabloggerIndonesia.
Ide tulisan menderas. Yang menjadi masalah, masih selalu muncul "ntar aja, mepet-mepet injury time' :D
Pola menulis sudah ada. Mengingat tantangan berlaku 3 bulan kedepan, segera setelah post judul tulisan yang selalu triple (sekaligus 3), draft 3 judul tulisan juga langsung aku buat segera setelah post. Jadi, ide tulisan dari judul saja, sudah aman untuk pekan depan. Tentu saja harus mengecualikan tulisan Tema Khusus. Dimana Tema Khusus baru akan bisa diketahui di Senin, awal pekan depan.

Pekan ke3 ini, tantangan Tema Khususnya adalah Fashion Blogger.
Senin lalu sudah googling dengan kata kunci 'Fashion Blogger Indonesia'.
Hasil guglingan, jamak muncul bolgger-blogger muda Indonesia. Dengan tampilan-tampilan blog manis, khas cewek.
Jika menggunakan khusus kata kunci 'Fashion Blogger' saja, yang muncul tentunya link-link situs referensi google yang memang rating pengunjungnya sangat tinggi. Dimana tampilan blog mereka juga beragam. Tidak semanis para fashion blogger Indonesia.

Will My Angelic Salwaa be A Fashion Blogger
Berkunjung sepintas ke satu blog yang mengulas 5 fashion blogger Indonesia yang menurutnya paling chic dan stylish. Waktu itu, karena hanya berkunjung di satu link, stereotype-ku tentang fashion blogger begitu merujuk ke sesuatu yang sangat ke cewek an. Belum terlalu perempuan ^_^
Manalagi, masih banyak juga genre-genre mode lainnya yang bisa juga dikategorikan sebagai Fashion.
Agar tak meluas, mari mengutip uraian wikipedia untuk 'apa sih Fashion Blogger' itu?
Link Wikipedia ternyata bahkan belum mengkhususkan batasan seorang fashion blogger. Menurutku, lebih karena kata 'Fashion' sendiri memang begitu umum. Siapapun yang menyunting masukan di link tersebut, bahkan memasukkan mode-mode indie sekalipun bisa dikategorikan sebagai 'Fashion'. Dus, toko-toko fashion online pun, juga masih sesuatu yang 'Fashion Blogger'.
Dengan batasan yang masih begitu umum, putri sulungku --My Angelic Salwaa-- rasa-rasanya boleh juga aku arahkan sebagai salah seorang fashion blogger. Tapi, di umurnya yang menjelang 9 tahun, sepertinya masih sebatas fashion anak-anak yaaa...^_^




Jumat, Januari 18, 2013

BKB & BKL, Posyandu Rutin Bulanan

Putraku, Yusuf Alfa (29bulan), habiskan potongan terakhir seiris semangka merah, 'bingkisan' setiap posyandu rutin bulanan di lingkungan Rukun Warga (RW) kami. Aku celingukan, menyapu setiap pojok ruangan yang digunakan sebagai lokasi Posyandu ini. Biasanya selalu ada dipojok ruangan, pojok meja, atau bawah meja, batinku. Nyatanya, celingukan hampir 4x an, ternyata bak sampah yang aku cari-cari tidak ada.
Baiklah, karena tidak membawa tas, sampah plastik bekas pembungkus sampah aku selipkan di saku belakang celana.
Minus kecil. Seringkali di abaikan. Mungkin bulan depan, aku bawakan saja bak sampah mini dirumah..^_^
*paragraf khusus, edisi pencitraan banget ini* :D

BKB-Bina Keluarga Balita
Selain rutin melakukan proses timbang-ukur (berat badan-lingkar kepala & tinggi badan), posyandu di lingkunganku --RW V Pedalangan-Banyumanik--, juga aktif dengan kegiatan BKBnya. Balita mulai dari 0 tahun-maksimal 5 tahun.
Sasaran utama adalah balita-balita yang memang belum dimasukkan ke sekolah-sekolah, play group-play group reguler.
Selain konsultasi rutin proses tumbuh-kembang balita kita, juga ada materi-materi khusus yang disampaikan oleh kader-kader BKBnya.
Senin, 14 Januari 2013 lalu, materi khususnya membahas pewarna-pewarna dan zat-zat adiktif pada makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Bagaimana kita seharusnya memberikan perhatian berlebih pada sumber/pilihan makanan sehari-hari keluarga dirumah. Mengutamakan kualitas daripada prinsip kepraktisan. Usaha maksimal agar penerus kita (anak-anak) bisa hidup sehat di sisa umur mereka.

BKL-Bina Keluarga Lansia
Para Lansia juga mendapatkan perhatian khusus pemerintah dengan digalakkannya program-program Bina Keluarga Lansia.
Pre Lansia di umur 55th ke atas.
Dan lansia di umur 60th ke atas.
Rutin setiap bulan, dilakukan proses timbang-ukur juga. Untuk memberikan pengawasan maksimal pada kondisi kesehatan para lansia. Dus, jika pun ada penyakit khusus, para kader BKL bisa memantau serta mendampingi perawatan/proses rawat jalan para lansia tersebut.

Waktu-waktu tertentu, petugas-petugas paramedis dari Puskesmas terdekat juga memberikan perhatian lebih dengan menerima konsultasi serta memberikan obat-obatan gratis sesuai penyakit para lansia.

Banyumanik-18 Januari 2013


Mountain Trekking dan Sea Fishing, Libur Yuk!

Sesekali menyimak TL, beberapa akun khusus mountain trekking menginformasikan penutupan beberapa lokasi pendakian favorit. Semeru, Rinjani dan beberapa gunung lainnya.
Di berita-berita TV, jamak bermunculan informasi-informasi peringatan tentang tingginya ombak di beberapa lautan Indonesia. Juga himbauan pengawasan berlebih di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan antar pulau.
Berita-berita koran cetak juga dipenuhi kawasan-kawasan yang rutin dikunjungi tsunami-tsunami kecil musiman. Musiman karena memang selalu terjadi setiap tahun. Demikian juga berita banjir di beberapa kota besar Indonesia.
Satu sisi, si ayah, juga berkeluh-kesah tentang skedul mancing rutin mingguannya yang terpaksa libur panjang. Pemilik kapal jukung langganan yang mengantar ke spot mancing Dam Ijo, beberapa minggu terakhir terpaksa menjemput para pemancing di Dam Ijo di 9 pagi. Lebih awal 3-4 jam dari skedul normal, dijemput pukul 12-1 siang.
Alasan utama dan tunggal, yaitu ekstrimnya perubahan cuaca 2 bulan terakhir sampai 2-3 bulan ke depan.
Hujan lebat disertai angin kencang, kadang juga diawali puting beliung di daerah-dareh tertentu.
Di gunung-gunung, ancaman badai dingin yang mengancam ketahanan tubuh dengan resiko hipotermianya (penurunan suhu tubuh secara mendadak yang berujung pada kematian).
Di perairan, ombak tinggi dan baratan/timuran (istilah badai di laut ala Semarangan) yang bisa menenggelamkan kapal.
Di beberapa kota besar, tanggul-tanggul banjir yang mendadak jebol dan akhirnya membanjiri kawasan pemukiman.

Apakah kemudian aktifitas outdoor kita harus libur panjang?
Bisa libur, tetap berjalan pun juga bisa. Untuk para pecinta alam, banyak yang kemudian menjadi tim-tim taktis yang membantu para korban banjir. Keahlian khusus mereka memang sangat dibutuhkan. Para pemancing, beberapa ada yang berpindah ke kolam-kolam pancing. Menghabiskan beberapa jam untuk bisa tetap rasakan strike ikan. Pemancing idealis ( :P ) akan memilih merawat peralatan mancing mereka atau melaksanakan program-program sosial, seperti menebar bibit ikan atau juga menjadi relawan, membantu para korban banjir.

Banyumanik-18 Januari 2013








Masihkah 5-W, 1-H? Wajibkah?

5-W, 1-H. Rumusan wajib yang seharusnya dihapal luar kepala oleh siapapun yang suka menulis. Rumusan wajib yang seharusnya mendasari setiap tulisan yang disusun. Sesederhana apapun tulisannya. Sesedikit apapun materi tulisannya.
Wajibkah?
Sebelum menjawab apakah wajib atau tidak, aku pribadi, akan sangat puas dengan perolehan satu pengetahuan baru setiap membaca tulisan apapun. Berita, essai, puisi, opini, cerpen. Apa saja jenis tulisan tersebut.

APA ITU 5-W?
W Pertama: What. Atau Apa?
W Kedua: Why. Atau Mengapa?
W Ketiga: Who? Atau Siapa?
W Keempat: When? Atau Kapan?
W Kelima: Where? Atau Dimana?
Misal, contoh dari tulisanku ini.
Tulisan Apa? Menurutku, tulisan ini berupa sharing. Berbagi pengetahuan tentang rumusan 5W-1H. Jadi, semacam opini mini.
Mengapa sharing? Agar pengetahuan yang sama juga bisa diperoleh pembaca blog ini.
Siapa? Penulisnya?Aku. Subyek yang ditujukan pada tulisan ini? Semua pengunjung dan pembaca blog, pastinya.
Kapan? Tentu saja sejak mulai di publish nya tulisan ini. Jumat, 18 Januari 2013.
Dimana? Di seluruh dunia. Mengingat widget lokasi pengunjung blog masih belum aku pasang ulang, aku tidak bisa pastikan pengunjung blog ini dari lokasi mana saja. Penulis sendiri, masih di Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya, di Banyumanik, Semarang Selatan.

1-H
Satu-satunya huruf H ini, adalah How. Atau, Bagaimana?
Bagaimana aku menuliskan sharing ini, dus mencapai tujuannya dengan maksimal.
Pertama dan mendasar,  menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menyusun kalimat sebaik mungkin, sehingga materi dasar yang ingin aku bagi bisa dimengert.
2 hal utama tersebut sebaiknya selalu diutamakan di setiap penulisan artikel. Apapun jenis artikelnya.

Contoh artikel lainnya, reportase sederhana mengenai satu peristiwa banjir.
Artikel reportase akan utuh dan menarik, ketika unsur 5W-1H disertakan lengkap. Banjir seperti Apa? Mengapa sampai terjadi banjir. Siapa saja korban atau subyek-subyek yang terlibat dalam banjir tersebut. Kapan banjirnya terjadi, Dimana serta Bagaimana.
Olah diksi (pilihan kata) dan kalimat bisa dilakukan, sepanjang unsur inti diatas selalu ada.

Banyumanik-Jumat 18 Januari 2013